← Semua artikel
Mercedes-Benz EQB 350 vs Kia EV9: Perang EV Premium 7 Penumpang, Mana yang Worth It?
Review

Mercedes-Benz EQB 350 vs Kia EV9: Perang EV Premium 7 Penumpang, Mana yang Worth It?

Oleh Tim Redaksi Mobil Listrik IndonesiaFoto: Rutger van der Maar · flickr (BY) · Openverse
Poin Penting
  • Harga kisaran OTR kedua model hampir sama: Rp1,3 hingga 1,4 miliar
  • Kia EV9 punya jarak klaim lebih jauh (505 km) vs EQB (423 km) dan sistem fast charge 210 kW lebih cepat
  • EQB 350 berbasis platform konvensional, menawarkan pengalaman Mercedes yang familiar, tetapi ruang bagasi lebih kecil
  • EV9 dirancang platform EV murni dengan interior lebih lapang, teknologi infotainmen canggih, dan fitur Vehicle-to-Load (V2L)
  • Biaya listrik per km untuk kedua mobil serupa, tetapi baterai besar EV9 berarti biaya pengisian penuh lebih tinggi
  • Pilihan akhir bergantung prioritas: badge prestise & sentuhan mewah (EQB) atau teknologi, ruang, & jangkauan (EV9)

Mercedes-Benz EQB 350 4MATIC dan Kia EV9 bertarung di arena yang langka: SUV listrik premium tujuh penumpang dengan harga kisaran OTR yang nyaris identik, antara Rp1,3 hingga 1,4 miliar. Di titik harga ini, pertanyaan "worth it" bukan lagi sekadar tentang spesifikasi lembar data, tetapi tentang nilai apa yang Anda dapatkan untuk uang yang dikeluarkan. EQB datang dengan aura tiga titik bintang yang tak terbantahkan, sementara EV9 membawa proposisi berani sebagai kendaraan yang dirancang dari nol untuk era listrik. Mana yang lebih masuk akal untuk kebutuhan keluarga Indonesia yang menginginkan ruang, kenyamanan, dan teknologi? Mari selami lebih dalam.

Dua Filosofi Berbeda: Adaptasi vs. Kelahiran Baru

Ini adalah inti dari perbedaan mereka. Mercedes-Benz EQB 350 4MATIC pada dasarnya adalah adaptasi listrik dari model konvensional GLB. Pabrikan memanfaatkan platform yang ada, memasang baterai dan motor listrik. Pendekatan ini punya kelebihan: desain interior dan eksterior yang sudah matang dan diakui, kualitas bahan dan perakitan khas Mercedes, serta ergonomi yang familiar bagi pengguna Mercedes sebelumnya. Anda membeli rasa aman dan kepastian dari sebuah merek mewah mapan.

Sebaliknya, Kia EV9 dibangun di atas platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) yang didedikasikan khusus untuk kendaraan listrik. Platform ini memungkinkan desain yang lebih optimal: wheelbase panjang, kabin yang sangat lapang dengan lantai rata, dan packaging komponen listrik yang efisien. Hasilnya, EV9 terasa lebih futuristik, baik dari segi desain proporsi maupun tata letak interior. Ia adalah produk dari visi baru, bukan evolusi dari model lama.

Spesifikasi Teknis: Angka di Atas Kertas

Mari kita bandingkan angka-angka kunci dari kedua model ini, berdasarkan data terverifikasi yang tersedia. Perhatikan bagaimana perbedaan filosofi terekam dalam spesifikasi teknisnya.

Perbandingan Spesifikasi Utama Mercedes-Benz EQB 350 4MATIC vs Kia EV9
AspekMercedes-Benz EQB 350 4MATICKia EV9
Harga Kisaran OTRRp1.300 - 1.400 jutaRp1.300 - 1.400 juta
Kapasitas Baterai66.5 kWh99.8 kWh
Jarak Tempuh (Klaim)423 km505 km
Tenaga Maksimum (kW)215 kW283 kW
Akselerasi 0-100 km/jam6.2 detik6.0 detik
Kecepatan Maksimum160 km/jam200 km/jam
Kecepatan Fast Charge Maks.100 kW210 kW
Konfigurasi Kursi77

Data tabel di atas berbicara jelas. Kia EV9 unggul signifikan di hampir semua parameter teknis utama yang berkaitan dengan performa listrik: kapasitas baterai jauh lebih besar, jarak klaim lebih panjang, tenaga lebih besar, dan yang paling krusial, kecepatan fast charge lebih dari dua kali lipat. Kemampuan charge 210 kW berarti EV9 dapat mengisi baterai dari 10% ke 80% dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan EQB dengan 100 kW, asalkan menemukan charger DC yang mendukung daya setinggi itu. Di Indonesia, charger 100 kW sudah lebih umum, sementara charger di atas 200 kW masih terbatas di lokasi tertentu. Selalu cek ketersediaan charger cepat di rute perjalanan Anda melalui aplikasi SPKLU.

Ruang dan Kenyamanan: Mana yang Lebih Family-Friendly?

Meski sama-sema berkursi tujuh, pengalaman ruangnya berbeda. Karena berbasis platform konvensional yang harus mengakomodasi mesin bakar, EQB memiliki hood yang lebih panjang dan packaging yang kurang optimal untuk ruang kabin. Baris ketiga cenderung lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan singkat. Ruang bagasi dengan semua kursi terpakai juga terbatas.

Platform EV murni EV9 memberikan wheelbase yang sangat panjang untuk dimensi bodi keseluruhan. Ini diterjemahkan ke dalam ruang kabin yang sangat mumpuni. Baris ketiga lebih layak untuk orang dewasa, dan konfigurasi kursinya seringkali lebih fleksibel (tergantung varian). Lantai yang rata dari depan ke belakang menambah kesan lapang. Untuk keluarga besar yang sering melakukan perjalanan jauh dengan semua anggota, EV9 menawarkan proposisi ruang yang lebih meyakinkan.

Kenyamanan berkendara juga punya karakter berbeda. EQB, dengan DNA Mercedes, mungkin mengutamakan kenyamanan yang tenang dan halus. EV9, dengan bodi besar, memberikan kehadiran jalan yang solid dan suspensi yang cenderung diatur untuk menyerap jalanan Indonesia dengan baik. Uji coba di berbagai kondisi jalan sangat disarankan untuk merasakan mana yang lebih cocok dengan selera Anda.

Teknologi, Fitur, dan Ekosistem

Di sini, EV9 kembali menunjukkan keunggulan platform EV-nya. Fitur andalannya adalah Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan baterai mobil menjadi power bank raksasa. Anda dapat menyetrum peralatan listrik, peralatan perkemahan, atau bahkan menjadi sumber daya darurat di rumah. Fitur ini belum umum di segmen ini dan sangat praktis. Sistem infotainmennya juga modern dengan layar lebar yang terintegrasi.

Mercedes-Benz EQB tidak ketinggalan dengan layar MBUX Hyperscreen yang tersedia (tergantung varian), menawarkan pengalaman digital yang imersif dan mewah. Kualitas material, bunyi pintu, dan detail penyelesaian interior adalah area di mana Mercedes biasanya bersinar. Aura premium dan rasa mewah di kabin EQB bisa lebih terasa bagi sebagian orang. Fitur bantuan pengemudi canggih seperti Driver Assistance Package juga tersedia, meski mungkin sebagai opsi tambahan yang perlu dikonfirmasi ke diler.

Aspek lain yang penting adalah ekosistem after-sales. Jaringan layanan purna jual Mercedes-Benz yang sudah mapan dan premium adalah nilai tambah. Sementara Kia sedang gencar membangun jaringan dan reputasinya di pasar EV global. Tanyakan tentang jaminan baterai (biasanya 8 tahun/160.000 km), ketersediaan suku cadang, dan biaya perawatan rutin kepada diler resmi masing-masing.

Analisis Biaya Kepemilikan (TCO) dan Efisiensi

Meski harganya sama, biaya operasional dan efisiensinya bisa berbeda. Mari kita hitung kasar.

Asumsi: Tarif listrik Rp 2.500 per kWh (pasca-subsidi), dan jarak tempuh dunia nyata adalah 80% dari klaim karena pengaruh AC, lalu lintas, dan gaya berkendara.

  • EQB 350: Baterai 66.5 kWh. Biaya isi penuh: 66.5 x Rp 2.500 = Rp 166.250. Jarak dunia nyata: 423 km x 80% = ~338 km. Biaya per km: Rp 166.250 / 338 km = sekitar Rp 492/km.
  • Kia EV9: Baterai 99.8 kWh. Biaya isi penuh: 99.8 x Rp 2.500 = Rp 249.500. Jarak dunia nyata: 505 km x 80% = ~404 km. Biaya per km: Rp 249.500 / 404 km = sekitar Rp 618/km.

Terlihat bahwa meski EV9 lebih boros listrik per kilometer karena baterai dan bodi yang lebih besar, perbedaannya tidak ekstrem. Biaya per kilometer ini tetap jauh lebih murah dibandingkan SUV bensin premium 7-penumpang yang bisa mencapai Rp 2.000 – Rp 3.000 per km. Namun, karena kapasitas baterainya lebih besar, biaya absolut setiap kali mengisi penuh EV9 memang lebih tinggi. Di sisi lain, dengan jarak tempuh lebih jauh, frekuensi isi ulang bisa lebih jarang. Gunakan kalkulator hemat kami untuk simulasi lebih personal.

Faktor lain: Depresiasi. Mobil listrik Mercedes mungkin mempertahankan nilai jual kembali (resale value) yang kuat karena mereknya. Namun, EV9 sebagai produk baru yang sangat populer secara global juga berpotensi memiliki depresiasi yang baik. Ini masih menjadi area yang belum pasti di pasar Indonesia.

Checklist Sebelum Memutuskan

Bingung memilih? Jawab pertanyaan ini untuk mengarahkan keputusan Anda:

  • Prioritas Utama: Apakah badge merk dan aura kemewahan tradisional lebih penting (EQB), atau teknologi terbaru, ruang maksimal, dan jangkauan lebih jauh (EV9)?
  • Penggunaan Baris Ketiga: Seberapa sering dan untuk siapa baris ketiga akan digunakan? Untuk dewasa rutin, EV9 lebih direkomendasikan.
  • Pola Perjalanan Jauh: Apakah Anda sering roadtrip antar kota? Jika iya, kecepatan fast charge 210 kW EV9 adalah keunggulan besar jika rute Anda sudah didukung charger cepat berdaya tinggi. Cek infrastruktur di katalog dan peta SPKLU.
  • Fitur Wajib Ada: Apakah Anda membutuhkan fitur V2L untuk kegiatan outdoor atau sebagai cadangan listrik? Hanya EV9 yang memilikinya.
  • Uji Coba Langsung: Sudahkah Anda duduk di baris ketiga dan merasakan ruang bagasi keduanya? Sudahkah Anda menguji kenyamanan berkendara di jalan yang biasa Anda lewati? Hubungi diler untuk jadwal test drive.

Untuk Siapa Masing-Masing Cocok?

Pilihan ini pada akhirnya adalah tentang nilai subyektif dan kebutuhan praktis.

Mercedes-Benz EQB 350 4MATIC layak jadi pilihan utama jika: Anda adalah loyalis Mercedes atau sangat menginginkan citra dan kenyamanan mewah yang teruji. Anda mengutamakan kualitas interior, perasaan solid, dan pengalaman berkendara yang halus alami Eropa. Penggunaan baris ketiga hanya sesekali, dan jarak tempuh harian Anda relatif terpenuhi oleh jangkauan EQB. Anda lebih nyaman dengan jaringan after-sales mewah yang sudah sangat mapan.

Kia EV9 adalah jawaban yang lebih masuk akal jika: Anda adalah early adopter yang menghargai teknologi EV terdepan. Ruang untuk keluarga besar adalah kebutuhan mutlak. Anda menginginkan jangkauan lebih panjang dan potensi waktu isi ulang yang lebih singkat di perjalanan jauh. Fitur V2L memiliki nilai praktis dalam gaya hidup Anda. Anda percaya dengan nilai yang diberikan oleh platform EV murni dan desain yang lebih berani ke depan.

Kedua mobil ini membuktikan bahwa di kisaran Rp 1,4 miliar, Anda sudah bisa mendapatkan SUV listrik 7-penumpang yang kompeten. Tidak ada pilihan yang salah, hanya ada pilihan yang lebih tepat untuk prioritas hidup Anda. Langkah selanjutnya? Kunjungi diler, duduklah di dalamnya, dan rasakan sendiri mana yang terasa seperti 'rumah' bagi Anda dan keluarga. Selalu konfirmasi harga final, promosi, dan paket layanan dengan diler resmi sebelum memutuskan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mana yang lebih irit listrik antara Mercedes EQB 350 dan Kia EV9?

Secara efisiensi, Mercedes EQB 350 sedikit lebih irit karena baterai lebih kecil (66.5 kWh) dan konsumsi energi yang mungkin lebih efisien untuk ukurannya. Perhitungan kasar menunjukkan biaya per km EQB sekitar Rp 500, sedangkan EV9 sekitar Rp 600 (asumsi tarif listrik Rp 2.500/kWh). Namun, EV9 menawarkan jarak tempuh absolut yang lebih jauh per sekali isi penuh.

Apakah Kia EV9 bisa charge di SPKLU cepat biasa di Indonesia?

Bisa. Kia EV9 kompatibel dengan semua charger DC (SPKLU cepat). Kemampuannya mencapai 210 kW, tetapi mobil akan menyesuaikan dengan daya maksimal yang disediakan oleh charger. Jika charger hanya mendukung 100 kW (seperti kemampuan maksimal EQB), maka EV9 akan charge di 100 kW. Keunggulan 210 kW hanya terasa di charger ultra-cepat yang mendukung daya setinggi itu.

Bagaimana ruang baris ketiga dan bagasi keduanya untuk keluarga?

Kia EV9 umumnya diakui memiliki ruang baris ketiga yang lebih layak untuk orang dewasa karena platform EV murni dengan wheelbase panjang. Mercedes EQB, sebagai adaptasi dari model konvensional, menawarkan ruang baris ketiga yang lebih terbatas, lebih cocok untuk anak-anak. Ruang bagasi dengan 7 kursi terpakai juga cenderung lebih besar pada EV9.

Manakah yang resale value-nya diperkirakan lebih baik?

Sulit diprediksi pasti di pasar Indonesia yang masih berkembang. Secara tradisional, Mercedes-Benz memiliki daya tahan nilai merek yang kuat. Namun, Kia EV9 adalah produk sangat populer dan inovatif secara global, yang bisa membuat permintaannya tetap tinggi di pasar bekas. Faktor lain seperti kondisi baterai, kelengkapan fitur, dan perawatan akan sangat berpengaruh.

Apakah kedua mobil ini dapat insentif bebas pajak (PPnBM DTP) seperti mobil listrik lainnya?

Kedua mobil ini adalah mobil listrik Battery Electric Vehicle (BEV) dan memenuhi syarat dasar untuk insentif. Namun, karena harganya di atas Rp 1,2 miliar, mereka mungkin tidak mendapatkan insentif penuh atau masuk dalam ketentuan yang berbeda. Kebijakan insentif dapat berubah. Sangat penting untuk <strong>mengecek informasi terbaru secara langsung ke diler resmi atau sumber resmi seperti Kemenkeu/Bea Cukai</strong> untuk konfirmasi besaran insentif yang berlaku saat pembelian.

Bermanfaat? Bagikan artikel ini 👇
WhatsApp Telegram Facebook
← Katalog mobil listrikLihat Pilihan Pintar

Mobil Listrik Terkait

Mercedes-Benz · SUV
Mercedes-Benz EQB 350 4MATIC
Rp 1,3 miliar – Rp 1,4 miliar
Kia · SUV
Kia EV9
Rp 1,3 miliar – Rp 1,4 miliar
BYD · SUV
BYD Atto 3
Rp 390–520 jt
BYD · Hatchback
BYD Dolphin
Rp 369–429 jt
BYD · Sedan
BYD Seal
Rp 639–750 jt
BYD · MPV
BYD M6
Rp 383–433 jt
Bacaan terkait

Artikel Terkait

Semua artikel