Hatchback listrik kompak terjangkau dengan garansi baterai seumur hidup.

| Merek | Aion |
| Tipe bodi | Hatchback |
| Tahun | 2026 |
| Baterai | 44 kWh |
| Jarak tempuh (klaim) | 500 km |
| Tenaga motor | 100 kW |
| Top speed | 150 km/jam |
| Fast charging DC | ~90 kW |
| Kapasitas | 5 penumpang |
| Kisaran harga | Rp 299–359 jt |
GAC Aion UT adalah hatchback listrik keluaran 2026 yang membidik segmen yang selama ini agak kosong di Indonesia: mobil listrik berbodi ringkas dengan harga di bawah Rp360 juta, namun menawarkan klaim jarak tempuh yang biasanya hanya dimiliki mobil kelas lebih mahal. Dengan kisaran OTR Rp299–359 juta (tetap cek diler resmi karena harga on-the-road bervariasi antarwilayah), UT diposisikan sebagai kendaraan harian yang praktis untuk warga kota, keluarga muda, atau mereka yang ingin beralih dari mobil bensin tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
Di kelas hatchback, ia bersaing langsung dengan BYD Dolphin (369–429 jt, 60,48 kWh) dan Wuling Cloud EV (415–443 jt, 50,6 kWh) yang harganya lebih tinggi. Bahkan dibanding Neta V-II (299–329 jt) yang berlabel city SUV, Aion UT menawarkan klaim jarak jauh lebih besar di rentang harga serupa. Ini menjadikannya salah satu penawaran termenarik di segmen entry-to-mid EV.
Aion UT dibekali motor listrik 100 kW (setara sekitar 134 hp) dengan kecepatan puncak 150 km/jam. Data akselerasi 0–100 km/jam tidak dirilis pabrik, jadi kita tidak berspekulasi. Namun dengan tenaga sebesar itu untuk sebuah hatchback ringkas, respons di lalu lintas kota dipastikan gesit—torsi instan khas mobil listrik membuat tarikan dari lampu merah terasa spontan.
Top speed 150 km/jam sudah lebih dari cukup untuk kondisi jalan Indonesia, termasuk jalan tol yang membatasi 100–120 km/jam. Mobil ini bukan mesin balap, melainkan alat mobilitas yang halus, senyap, dan mudah dikendalikan di kepadatan perkotaan.
UT menggendong baterai 44 kWh dengan klaim jarak 500 km. Perlu ditegaskan: angka ini adalah klaim pabrik (kemungkinan siklus CLTC/NEDC) dan realita di jalan biasanya lebih rendah. Untuk baterai 44 kWh, klaim 500 km tergolong optimistis; secara realistis, ekspektasi yang lebih sehat adalah sekitar 300–380 km tergantung gaya berkendara, penggunaan AC (yang di iklim tropis Indonesia hampir selalu menyala), dan kondisi jalan.
Bandingkan dengan BYD Dolphin (60,48 kWh, klaim 427 km) yang punya baterai lebih besar—Aion UT lebih efisien di atas kertas, tapi baterai lebih kecil berarti jarak nyata pada perjalanan jauh bisa lebih terbatas.
Aion UT mendukung pengisian DC cepat ~90 kW. Dengan daya sebesar ini pada baterai 44 kWh yang relatif kecil, pengisian di SPKLU dari 20% ke 80% secara teoretis bisa selesai cukup singkat—perkiraan wajar sekitar 30 menit, cukup untuk istirahat kopi di rest area. Ketersediaan SPKLU DC di jalur tol utama Jawa terus bertambah, meski di luar Jawa masih terbatas.
Untuk pengisian AC di rumah, mengisi baterai 44 kWh dari kosong ke penuh dengan wallbox rumahan realistis memakan waktu semalam. Dari sisi biaya, mengisi di rumah dengan tarif listrik PLN jauh lebih murah dibanding bensin—Anda bisa memperkirakan penghematannya lewat kalkulator hemat kami. Isi daya malam hari saat tarif rumah tangga cenderung stabil membuat biaya per kilometer sangat rendah.
Sebagai hatchback 5 penumpang, Aion UT dirancang untuk fungsionalitas kota. Bodi ringkas memudahkan manuver di gang sempit dan parkir di mal padat. Kabin lima kursi cukup untuk keluarga kecil, dengan bagasi belakang yang khas hatchback—memadai untuk belanja mingguan atau bagasi ringan, meski tak seluas SUV atau MPV. Data dimensi dan volume bagasi spesifik belum tersedia, jadi sebaiknya cek langsung unit demo di diler.
Di rentang Rp299–359 juta OTR, Aion UT menawarkan proposisi nilai yang kuat. Ia lebih murah dari BYD Dolphin dan Wuling Cloud EV, sementara klaim jarak tempuhnya justru lebih tinggi. Dibanding sesama Aion seperti Y Plus (415–440 jt) yang berbentuk SUV, UT jadi pintu masuk termurah ke merek ini. Untuk pembeli yang menomorsatukan efisiensi biaya dan mobilitas kota, ini pilihan yang sangat masuk akal. Bandingkan lebih jauh dengan rival lewat halaman komparasi atau jelajahi opsi lain di katalog.
GAC Aion UT paling cocok untuk penghuni kota, keluarga muda, atau profesional yang mencari mobil listrik pertama yang terjangkau, gesit, dan hemat untuk mobilitas harian. Jika kebutuhan Anda sebagian besar di dalam kota dengan sesekali perjalanan menengah, UT menawarkan keseimbangan harga-jarak yang sulit ditandingi rival sekelasnya. Namun jika Anda sering menempuh perjalanan lintas provinsi atau butuh kabin lega, pertimbangkan model berbaterai lebih besar. Tetap sesuaikan ekspektasi jarak dengan realita tropis Indonesia—dan pastikan konfirmasi harga OTR final di diler resmi.
Harga & unit bisa berbeda per wilayah dan waktu. Konfirmasi ketersediaan dan penawaran terbaru langsung ke diler resmi Aion.